Photo by jim pave on Unsplash

Analisis Percakapan Netizen Soal “Agama” di Twitter (30-11-2020)

Netizen Indonesia berespon terhadap peristiwa terorisme di Sigi, Sulawesi Tengah yang terjadi beberapa hari lalu. Salah satu jenis responnya adalah kicauan di Twitter perihal agama. Untuk mengetahui lebih lanjut soal percakapan terkait agama di Twitter, saya melakukan analisa media sosial dengan pencarian kata kunci ‘agama’ di platform media sosial tersebut.

Pencarian twit dengan kata kunci ‘agama’ di Twitter dilakukan pukul 13.09 tadi (30/11/2020). Pencarian dilakukan memakai skrip Python saya yang bernama ‘Twitoru’. Skrip Python Twitoru menargetkan 1200 twit yang terdiri atas 800 twit terbaru dengan kata kunci ‘agama’, ditambah dengan 400 twit tanggapan-tanggapan (reply dan quote tweet) terhadap twit yang mengandung kata ‘agama’. Terhadap 1200 twit tersebut dilakukan penyaringan untuk menyisihkan twit-twit yang merupakan retweet, twit berbahasa Malaysia, dan twit dari akun-akun terkunci. Setelah penyaringan, tersisa 485 twit.

Berikut adalah 10 twit dengan jumlah retweet terbanyak:

Twit terpopuler terkait kata kunci ‘agama’ (30/11/2020)

Twit terpopuler terkait kata kunci ‘agama’ (30/11/2020)

Berikut adalah grafik jejaring (network graph) twit yang mengandung kata ‘agama’ atau twit merespon twit yang mengandung kata ‘agama’.

Grafik jejaring twit terkait kata kunci ‘agama’ (30/11/2020)

Ukuran nodus (node) menandakan jumlah retweet yang didapat oleh twit tersebut.

Berikut adalah grafik jejaring (network graph) pengguna Twitter yang berkicau dengan kata ‘agama’ atau merespon twit yang mengandung kata ‘agama’.

Grafik jejaring pengguna Twitter terkait kicauan dengan kata kunci ‘agama’ (30/11/2020)

Ukuran nodus (node) twit menandakan jumlah keseluruhan retweet yang didapat oleh pengguna Twitter tersebut.

Tidak semua twit populer yang mengandung kata ‘agama’ dalam analisis ini merespon soal terorisme di Sigi. Twit teratas di dalam analisis ini, misalnya, kemungkinan besar adalah pernyataan dari fans K-Pop yang ingin mengatakan bahwa menjadi fans budaya Korea itu bukan suatu hal yang buruk atau memalukan.

Beberapa twit teratas lain menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam soal peristiwa terorisme di Sigi. Mereka mengecam kekerasan atas nama agama yang terjadi di Sigi. Salah satu twit bahkan menyampaikan rasa tanggung jawab sebagai seorang muslim terkait tindakan teroris di Sigi yang mengatasnamakan Islam.

Beberapa twit populer lain mengandung pertanyaan, misalnya mengenaik respon Indonesia terhadap peristiwa terorisme di Perancis tapi terkesan diam ketika terjadi terorisme serupa di negeri sendiri. Selanjutnya, ada juga twit populer yang mempertanyakan pernyataan bahwa teroris itu tidak punya agama.

Dari grafik jejaring twit dan jejaring pengguna Twitter, terlihat bahwa sebagian besar twit dan akun yang populer dalam analisis ini memiliki banyak interaksi selain retweet. Ini berarti bahwa telah terjadi cukup banyak percakapan antar pengguna Twitter terkait topik ‘agama’ yang berhasil ditangkap dalam analisis ini.

Dataset hasil analisis ini (tanpa identitas pengguna twitter) dapat ditemukan di karyakarsa.

Foto ilustrasi oleh jim pave di Unsplash.